Senin, 23 Januari 2023

P1659 ETCS CONTROL RELAY OFF MALFUNCTION

Honda Brio tahun pembuatan 2019

Mengalami kerusakan tidak bisa di gas


Saat menggunakan scantool muncul kode kerusakan ETCS CONTROL RELAY OFF MALFUNCION.

Penyelesaian:

masalah P1659 ETCS CONTROL RELAY OFF MALFUNCTION

Pemeriksaan pada wiring etcs >>>> tidak ada masalah

Dilakukan erase data pada scantool masih muncul lagi

Referensi dari mekanik dan bengkel kemungkinan dari busi yang tidak sesuai dengan spesifikasi

Informasi dari pemilik habis ganti busi 5 bulan yang lalu

>>> eksekusi<<<

Ganti Busi original kode busi sesuai dengan bawaan kendaraan.

akhirnya masalah bisa teratasi

Terimakasih.


P1659 ETCS CONTROL RELAY OFF MALFUNCTION


Label:

Kamis, 26 November 2020

Proyeksi Piktorial

 Proyeksi Piktorial (Fungsi dan Cara Menggambar)


Untuk mendapatkan gambar benda tiga dimensi pada sebuah bidang datar maka proyeksi piktorial terdiri dari beberapa jenis. Setiap jenis proyeksi piktorial memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu penggunaan setiap jenis proyeksi piktorial berdasarkan kebutuhan pada gambar teknik.
Setiap jenis proyeksi piktorial memiliki aturan gambar yang berbeda-beda. Oleh karena itu cara membuat proyeksi piktorial harus berdasarkan aturan. tersebut. Hal ini bertujuan agar proyeksi piktorial yang digambar mampu menggambarkan benda tiga dimensi secara nyata.

Pada umumnya proyeksi pada gambar teknik dibagi dua yaitu proyeksi piktorial dan proyeksi orthogonal. Namun untuk memperdalam pembahasan maka yang dibahas pada artikel berikut ini adalah proyeksi piktorial. Apa fungsi dari proyeksi piktorial? Apa saja jenis proyeksi piktorials-? Bagaimana cara membuat proyeksi piktorial? Semua akan dibahas pada artikel berikut ini.

Fungsi Proyeksi Piktorial

Fungsi Proyeksi piktorial pada gambar teknik adalah untuk memberikan informasi atau gambaran mengenai benda yang memiliki 3 dimensi menjadi dua dimensi pada suatu bidang sehingga dalam proses penggambaran menjadi jelas dan tidak terjadi kesalahan dalam mengintepretasikan.

Jenis Proyeksi Piktorial

Proyeksi piktorial terdapat beberapa jenis tergantung darimana memproyeksikan bendanya. Berikut merupakan jenis proyeksi piktorial:

jenis proyeksi piktorial
  1. Proyeksi isometri merupakan salah satu jenis proyeksi piktorial yang menggambarkan benda nyata dengan proyeksi pada garis sumbu x dan y sebesar 30 derajat. 
  2. Proyeksi dimetri merupakan salah satu jenis proyeksi piktorial yang menggambarkan benda nyata dengan proyeksi pada garis sumbu x dan y sebesar 7 dan 40 derajat. 
  3. Proyeksi miring merupakan salah satu jenis proyeksi piktorial yang menggambaran benda nyata atau benda tiga dimensi dengan proyeksi pada garis sumbu x dan y sebesar 0 dan 45 derajat.
  4. Proyeksi perspektif merupakan salah satu jenis proyeksi piktorial yang meggambarkan benda nyata atau benda tiga dimensi dengan menggunakan garis-garis yang dipusatkan pada suatu titik sehingga didapatkan visual yang sangat baik. 

Cara Membuat Proyeksi Piktorial

Untuk membuat proyeksi piktorial sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Berikut merupakan cara membuat proyeksi piktorial:

1. Proyeksi Isometri

Proyeksi isometri merupakan proyeksi piktorial yang membentuk sudut pada garis sumbu x dan y sebesar 30 derajat pada garis sumbu. Ciri-ciri proyeksi isometri sebagai berikut:
  • Sudut yang dibentuk dari sumbu x dan sumbu y berdasarkan dengan garis lurus sebesar 30 derajat.
  • Sudut yang dibentuk antara sumbu x dan sumbu y sebesar 120 derajat.
  • Panjang sumbu masing-masing baik x, y, dan z memiliki panjang atau skala 1:1 dengan benda yang digambar
Untuk cara membuat gambar proyeksi isometri perhatikan gambar berikut ini:
jenis proyeksi piktorial

2. Proyeksi Dimetri

Proyeksi dimetri merupakan proyeksi dimetri yang membentuk sudut pada garis x dan y sebesar 7 dan 40 derajat pada garis sumbu. Ciri-ciri proyeksi dimetri sebagai berikut:
  • Sudut yang dibentuk sumbu x dan sumbu y berdasarkan garis sumbu sebesar 7 dan 40 derajat.
  • Sudut yang dibentuk antara sumbu x dan sumbu y sebesar 133 derajat.
  • Panjang sumbu masing-masing baik x mempunyai skala 1:1, sumbu y 1:2, dan sumbu z 1:1.
Untuk cara membuat gambar proyeksi dimetri perhatikan gambar berikut ini:
jenis proyeksi piktorial

3. Proyeksi Miring atau Proyeksi Oblique

Proyeksi miring atau yang dikenal proyeksi oblique merupakan salah satu proyeksi piktorial yang membentuk sudut pada sumbu x dan sumbu y sebesar 0 dan 45 derajat pada garis sumbu. Ciri-ciri proyeksi miring atau proyeksi oblique sebagai berikut:
  • Sudut yang dibentuk sumbu x dan sumbu y berdasarkan garis sumbu sebesar 0 dan 45 derajat.
  • Sudut yang dibentuk antara sumbu x dan sumbu ya sebesar 135 derajat.
  • Panjang sumbu masing-masing baik sumbu x mempunyai skala 1:1, sumbu y 1:2, dan sumbu z 1:1. Perbandingan dengan ukuran benda yang asli.
Untuk cara membuat gambar proyeksi miring atau oblique perhatikan gambar berikut ini:
jenis proyeksi piktorial

4. Proyeksi Perspektif

Proyeksi perspektif merupakan salah satu proyeksi piktorial yang menggunakan titik-titik hilang untuk mendapatkan persepsi secara visual dengan cara membuat sebuah objek terlihat pada mata berdasarkan sifat spasial, atau dimensi, serta posisi mata relatif terhadap objek. Hal ini menyebabkan gambar terlihat seperti nyata. Namun untuk gambar teknik, proyeksi perspektif jarang digunakan. Proyeksi perspektif terdiri dari beberapa jenis. Berikut merupakan jenis proyeksi perspektif:
  • Proyeksi perspektif satu titik hilang
  • Proyeksi perspektif dua titik hilang
  • Proyeksi perspektif tiga titik hilang
Untuk cara membuat gambar proyeksi perspektif perhatikan gambar berikut ini:
jenis proyeksi piktorial
Diatas merupakan pembahasan mengenai proyeksi piktorial. Pembahasan mulai dari fungsi proyeksi piktorialjenis proyeksi piktorial, dan cara membuat proyeksi piktorial.


SELAMAT BELAJAR!!!

Label: , ,

Gambar Konstruksi Geometris Berdasarkan Bentuk Konstruksi

 

Gambar Konstruksi Geometris Berdasarkan Bentuk Konstruksi


Konstruksi geometris adalah gambar bentuk tertentu yang terukur dan dapat didefinisikan. Fungsi dari konstruksi geometris yaitu untuk membantu dalam menyelesaikan gambar teknik.

Jenis konstruksi geometris yang digunakan pada gambar Teknik yaitu :

  • Garis tegak lurus
    Cara membagi garis menjadi dua sama panjang dengan menggunakan garis yang tegak lurus.
  • Membagi sudut
    Cara membagi dua sudut agar sama besar satu dengan yang lainnya walaupun sudut tidak yang terbentuk tidak beraturan.
  • Membuat segi lima
    Cara untuk membuat segi lima beraturan yang semua sisinya sama panjang.
  • Membuat segi enam
    Cara untuk membuat segi enam beraturan yang semua sisinya sama panjang.
  • Membuat elipse
    Cara untuk membuat elips yang beraturan sehingga rapi dan presisi.


Cara membuat konstruksi geometris

  • Garis tegak lurus

 

  • Membagi sudut

Membagi sudut dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut :

  • Buatlah lingkaran sampai memotong pada dua garis sudut yang ada. Beri nama titik A dan titik B.
  • Kemudian dengan menggunakan jangka sorong buatlah lingkaran melalui titik A dan titik B sampai keduanya bersinggungan pada satu titik yang diberi nama titik C.
  • Untuk mendapatkan sudut yang sama besar, maka tinggal menarik garis mulai dari titik 0 sampai titik C. Sudut sudah terbagi menjadi dua sama besar.

 '

  • Membuat segi lima

Cara membuat segilima dengan sisi yang sama yaitu

  • Membuat garis horizontal AB kemudian dibagi menjadi dua dengan garis tegak lurus. Setelah didapatkan garis tegak lurus maka beri nama titik C.
  • Menggunakan jangka untuk membuat lingkaran dengan panjang jari-jari sama dengan panjang AB yang memotong garis tegak lurus dan beri nama titik D. Titik tumpu lingkaran menggunakan titik A dan titik B sehingga nantinya didapatkan titik D yang merupakan persinggungan dari keduanya.
  • Menggunakan jangka untuk membuat lingkaran dengan panjang jari-jari sama dengan AC atau BC sampai memotong garis tegak lurus dan beri nama titik F.
  • Menggunakan jangka untuk membuat lingkaran dengan panjang jari-jari AB melalui titik F dan A sehingga didapatkan titik dari persinggungan dua garis tersebut dan beri nama titik G.
  • Menggunakan jangka untuk membuat lingkaran dengan panjang jari-jari AB melalui titik F dan titik B sehingga didapatkan titik dari persinggungan dua garis tersebut dan beri nama titik H.
  • Hubungkan titik A ke G, dari G ke F, dari F ke H, dan dari H ke B, sehingga didapatkan segilima beraturan.

 

  • Membuat segi enam

Cara membuat konstruksi geometris segi enam adalah :

  • Membuat sebuah lingkaran dengan diameter AB.
  • Buat garis tegak lurus dari garis AB melalui titik O.
  • Kemudian dengan diameter lingkaran yang masih sama seperti saat membuat lingkaran AB, buatlah lingkaran dari titik D dan C sehingga memotong di titik E dan F, juga G dan H.
  • Hubungkan titik-titik D, E, G, C, G, F, dan D dengan garis lurus sehingga saling menutup membentuk segi enam beraturan.

 

  • Membuat elipse

Berikut cara membuat elipse adalah :

  • Buat dua buah lingkaran dengan jari-jari yang berbeda dari pusat sumbu yang sama.
  • Bagilah lingkaran dengan sudut yang sama, kemudian buat garis radial yang memotong kedua lingkaran di titik 1, 2, 3, dstnya, juga 1‟, 2‟, 3‟.
  • Tariklah dari titik 1, 2, 3 dstnya garis sejajar sumbu tegak, demikian juga dari titik 1‟, 2‟, 3‟.garis sejajar sumbu datar, sehingga berpotongan di titik 1”, 2”, 3”.
  • Dari titik 1”, 2”, 3”… sampai titik 15” dihubungkan dengan garis.

SELAMAT BELAJAR !!!

Label:

Rabu, 18 November 2020

Sistem Pendingin AC Pada Kendaraan

 Sistem Pendingin (Air Conditioner) Kendaraan

 

Peralatan AC yang ada pada kendaraan secara garis besar terdiri dari:


 

 Komponen - Komponen Utama AC Mobil meliputi:

 Kompresor (compresor )Berfungsi memberikan tekanan pada zat pendingin ( refrigerants ) agar bersikulasi pada sistem. Kompresor ada dua jenis yaitu jenis rotari (gerakan rotor di dalam stator kompresor akan menghisap dan menekan zat pendingin ) dan torak ( untuk menghisap dan menekan zat pendingin dilakukan oleh gerakan torak di dalam silinder kompresor ). Agar kinerja kompresor tidak terlalu membebani mesin dan lebih awet maka dipasangi alat bernama pressure swicth untuk mengatur secara otomatis jalannya kompresor.

 

Keuntungan kompresor rotari :

*Karena setiap putaran menghasilkan langkah – langkah hisap dan tekan secara bersamaan, maka momen putar lebih merata akibatnya getaran/kejutan lebih kecil.

*Ukuran dimensinya dapat dibuat lebih kecil & menghemat tempat.

Kerugian:
*Sampai saat ini hanya dipakai untuk sistem AC yang kecil saja sebab pada volume yang besar, rumah dan rotornya harus besar pula dan kipas pada rotor tidak cukup kuat menahan gesekan.

 

Kondensor / Kondensator ( condenser )

Berfungsi mendinginkan atau memperkecil kalor zat pendingin yang telah diberi tekanan oleh kompresor. Pada saat diberi tekanan kompresor suhu zat pendingin menjadi panas, setelah melewati kondensor menjadi dingin dan berubah jadi cair.

 

Receiver Dryer / Drier

Berfungsi menyerap atau mengeringkan uap air sebagai efek pendinginan zat pendingin dari kondensor.


Katup Ekspansi ( expansion valve )

Berfungsi menurunkan tekanan zat pendingin dari kondensor sebelum masuk ke evaporator, tujuannya agar zat pendingin berfungsi optimal menyerap panas di sekitar evaporator. Bentuk ekspansi ada yang kotak dan kapiler. Hati - hati jangan sembarangan gonta - ganti atau mencampur jenis zat pendingin, sesuaikan dengan spesifikasi AC anda agar sistem terhindar dari kerusakan mengingat karakter zat pendingin berbeda - beda.

 

Katup Ekspansi ( expansion valve )

berfungsi mengambil panas zat pendingin agar menjadi lebih dingin serta merubahnya menjadi gas. Sepintas mirip kondensor cuma evaporator lebih banyak mengambil panas dibandingkan kondensor. Evaporator diletakkan dalam dashboard mobil dan dilengkapi motor blower atau kipas peniup untuk menghembuskan udara dingin ke dalam kabin mobil. Agar udara yang ditiup bersih maka diperlukan filter untuk menyaring kotoran yang ikut tertiup blower.

 

Zat Pendingin ( Refigerant )

Dahulu yang umum dipakai adalah freon jenis R - 12 namun karena merusak lapisan ozon maka diganti dengan jenis R 134a yang ramah lingkungan. Namun perlu diketahui AC yang didesain menggunakan zat pendingin R - 12 tidak boleh begitu saja dicampur atau full diganti R 134a tanpa mengganti beberapa sparepart sistem AC dan jenis oli kompresor. Hal ini mengingat molekul R 134a lebih kecil dari R - 12. Kalau anda memaksakan mencampur tanpa mengganti spare part dan oli kompresor maka dipastikan kompresor macet / rusak serta sering freon habis karena bocor. Oli kompresor R - 12 adalah ND-OIL6 (mineral oil) atau ND-OIL7 sedangkan Oli kompresor R134a adalah ND-OIL8 (synthetic oil) atau ND-OIL9.

 


Proses Kerja AC Kendaraan


 
Setelah anda mengetahui fungsi dari semua komponen AC mobil, maka selanjutnya mengetahui proses kerja sistem AC mobil sebagai berikut:

 

  1. Zat pendingin bertekanan tinggi dari kompresor berupa gas.
  2. Zat pendingin yang sudah didinginkan oleh kondensor berubah bentuk dari gas menjadi cair.
  3. Zat pendingin yang telah diturunkan tekanannya oleh katup ekspansi, berubah bentuk menjadi uap.
  4. Zat pendingin yang telah menyerap panas pada evaporator berubah bentuk menjadi gas.
  5. Zat pendingin yang berbentuk gas diberi tekanan oleh kompresor sehingga beredar dalam sistem AC,karena adanya tekanan maka zat pendingin menjadi panas.
  6. Kondensor akan medinginkan zat pendingin tersebut (kondensasi),sementara tekanan zat pendingin masih tetap tinggi dan berubah bentuk menjadi cair.

Dengan demikian ac mobil mempunyai fungsi mengatur suhu udara, mengatur sirkulasi udara, mengatur kelembaban (humidity) udara, dan mengatur kebersihan udara. Sehingga salah satu dari beberapa banyaknya perangkat kendaraan yang sangat penting adalah sistem AC pada kendaraan.

 

SEMOGA BERMANFAAT

 


Label:

Selasa, 17 November 2020

Pemeriksaan dan Pengujian Baterai

 Pemeriksaan Dan Pengujian Baterai / Aki

1. Pemeriksaan Secara Visual

§  Pemeriksaan pada kondisi kotak baterai untuk mengetahui apakah terdapat keretakan, mengembang atau kebocoran. Keretakan pada baterai dapat mengakibatkan jumlah elektrolit berkurang. Jika elektrolit keluar melalui lubang yang retak dan mengenai bagian sepeda motor dapat mengakibatkan korosi.

§  Pemeriksaan sel baterai dari kemungkinan mengembang akibat overcharging, terjadi kristalisasi, rontok akibat getaran atau karena usia sudah tua dan kualitas baterai yang jelek.

§  Pemeriksaan korosi pada terminal baterai karena uap elektrolit atau panas akibat konektor kendor atau kotor.

§  Pemeriksaan jumlah elektrolit, elektrolit berkurang bisa disebabkan akibat overcharging sehingga terjadi penguapan berlebihan. Jumlah elektrolit harus berada diantara level lower dan upper. Elektrolit yang kurang menyebabkan sel baterai cepat rusak. Elektrolit berlebih menyebabkan tumpah saat baterai panas akibat pengisian atau pengosongan berlebih. Jika elektrolit berkurang drastis periksa dan setel arus pengisian.

§  Pemeriksaan pada kabel akibat menurunnya elastisitas kabel, isolator pecah dan terkelupas karena panas terutama pada bagian di dekat terminal baterai. Kabel baterai biasa digunakan untuk mengaliri arus ke motor starter dengan arus berkisar 250-500 Ampere tergantung motor yang digunakan.

§  Pemeriksaan pada pemegang baterai, pastikan kondisi pemegang baterai dalam kondisi memegang baterai dengan kuat agar tidak terjadi goncangan berlebihan.

2. Pemeriksaan Elektrolit

Alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis baterai adalah hidrometer. Berat jenis baterai pada suhu 20⁰C bisa dilihat pada tabel dibawah ini.

 

Tabel : Kondisi Berat Jenis Baterai Pada suhu 20⁰C

Kondisi baterai

Berat Jenis (kg/liter)

Tegangan Sel (Volt)

Penuh

1,27 – 1,28

2,20

Sedang

1,13 – 1, 27

Kosong

1,10 – 1,13

1,75

 

Langkah-langkah dalam pengukuran berat jenis elektrolit :

§  Lepas terminal negatif.

§  Lepas tutup ventilasi baterai.

§  Tempatkan pada wadah agar tidak tercecer.

§  Masukan ujung hidrometer melalui lubang baterai.

§  Pompa hidrometer sampai elektrolit masuk ke dalam hidrometer dan pemberat terangkat.

§  Tanpa mengangkat hidrometer baca berat jenis elektrolit dan temperatur elektrolit baterai.

§  Lakukan hal yang sama untuk sel baterai yang lain

 

Tindakan yang diambil setelah melakukan pengukuran elektrolit dapat dilihat pada tabel berikut.

 Tabel : Hasil Pengukuran Berat Jenis Baterai dan Tindakan

Hasil Pengukuran

Tindakan

≥ 1,28

Tambahkan air distilasi agar berat jenis berkurang.

1,22-1,27

Tidak perlu tindakan.

≤ 1,21

Lakukan pengisian penuh, jika berat jenis masih ≤ 1,21 ganti baterai.

Perbedaan berat jenis antar sel < 0,04

Tidak perlu tindakan.

Perbedaan berat jenis antar sel ≥ 0,04

Lakukan pengisian penuh, jika berat jenis > 0,03 setel berat jenis. Bila tidak bisa dilakukan, ganti baterai.

 

3. Pemeriksaan Tegangan

Gunakan multitester untuk mengukur tegangan baterai.

§  Bermuatan penuh : tegangan 13,0-13,2 Volt.

§  Bermuatan kurang : tegangan kurang dari 12,3 Volt.

  

4. Pengujian Beban

Alat yang digunakan adalah baterai load tester. Pemeriksaan dilakukan dengan cara memberi beban baterai sebesar 200A selama 15 detik.

§  Kondisi baik bila tegangan baterai lebih dari 9,6 Volt

§  Baterai perlu diisi beberapa saat jika tegangan < 6,5 – 9,6 Volt.

§  Ganti baterai jika tegangan kurang dari 6,5 Volt, karena kemungkinan ada sel baterai yang rusak.

 

Label:

Rabu, 04 November 2020

Sistem Penerangan Alat Berat

 Sistem Penerangan Alat Berat

Pada dasarnya penerangan pada alat berat (forklift) sama dengan penerangan pada mobil pada umummnya.

Sistem penerangan merupakan instalasi dari berbagai rangkaian penerangan pada kendaraan atau semua sistem kelistrikan bodi kendaraan yang bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan saat berkendara.


Fungsi sistem penerangan adalah sebagai penerangan pada kendaraan dan memberikan tanda atau indikator pada pengendara lain. Sistem penerangan ini dibagi menjadi dua sistem, yaitu:

LAMPU PENERANGAN LUAR

1. Lampu kerja




Pada Mobil biasanya disebut lampu kepala, merupakan lampu penerangan untuk menerangi jalan di bagian depan kendaraan. Pada umumnya lampu kepala ini dilengkapi dengan lampu jauh dan lampu dekat.

2. Lampu jarak dan lampu belakang

Lampu ini berfungsi untuk memberi isyarat serta lebarnya dari sebuah kendaraan pada malam hari bagi kendaraan lainnya.

3. Lampu rem

Lampu rem berfungsi sebagai isyarat untuk mencegah terjadinya benturan dengan kendaraan di belakang yang mengikutinya saat kendaraan mengerem.

4. Lampu tanda belok
Lampu tanda belok memiliki fungsi untuk memberi isyarat bahwa pengendara bermaksud untuk membelok atau pindah jalur. Lampu tanda belok dilengkapi dengan flasher. Flasher merupakan suatu alat yang menyebabkan lampu tanda belok berkedip secara interval.

5. Lampu hazard

Lampu hazard digunakan untuk memberi tanda keberadaan kendaraan saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat.

6. Lampu mundur

Lampu mundur digunakan untuk memberi penerangan untuk melihat ke belakang saat mundur di malam hari dan memberikan isyarat untuk kendaraan yang mengikutinya bahwa pengendara bermaksud untuk mundur.




LAMPU PENERANGAN DALAM

1. Lampu ruangan atau lampu kabin


lampu kabin

Lampu ruangan digunakan untuk menerangi interior ruangan penumpang yang dirancang agar tidak menyilaukan pengemudi pada malam hari.

2. Lampu instrumen panel




Lampu instrumen panel digunakan untuk menerangi meter-meter pada instrumen panel pada malam hari dan memungkinkan pengemudi untuk membaca meter-meter dan gauge dengan mudah dan cepat.



Diambil dari berbagai sumber.
Jangan Lupa pencet tombol ikuti pada halaman blogspot ini.Terimakasih

Label: