Kamis, 06 Desember 2012

Pendidikan Seumur Hidup

A. Pengertian Pendidikan Seumur Hidup ….
Pendidikan Seumur Hidup” atau “Life-Long Education” bukan “(long life education”) adalah makna yang seharusnya benar-benar terkonsepsikan secara jelas serta komprehensif dan dibuktikan dalam pengertian, dalam sikap, perilaku dan dalam penerapan terutama bagi para pendidik di negeri kita.

Pendidikan seumur hidup atau belajar seumur hidup bukan berarti kita harus terus sekolah sepanjang hidup kita. Sekolah banyak diartikan oleh masyarakat sebagai tugas belajar yang terperangkap dalam sebuah “ruang” yang bernama kelas, bukan itu yang dimaksud. Paradigma belajar seperti ini harus segera kita rubah. Pengertian belajar bukan hanya berada dalam ruangan tapi belajar disemua tempat, semua situasi dan semua hal.

Pendidikan seumur hidup bersifat holistik, sedangkan pengajaran bersifat spesialistik, terutama pengajaran yang terpilih dan terinferensikan dalam berbagai bentuk kelembagaan belajar.
Holistik memiliki arti lebih mengarah kepada pengutuhan atau penyempurnaan. Manusia selalu berusaha uintuk mencapai titik kesempurnaan dalam segala hal, namun seberapa besar usahapun kita tidak akan sampai pada kesempurnaan itu. Karena kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta Alam.
Belajar berarti memfungsikan hidup, orang yang tidak belajar berarti telah kehilangan hidupnya, paling tidak telah kehilangan hidupnya sebagai manusia. Karena hidup manusia itu bukan hanya individu dalam dirinya saja tapi juga interaksi dengan sesamanya, dengan antar generasi dan kehidupan secara universal.

Dalam Pendidikan atau Belajar terdapat interaksi antara tantangan (challenge) dari alam luar diri manusia dan balasan (response) dari daya dalam diri manusia. Dalam belajar juga terjadi interaksi komunikasi antara manusia dan berlangsungnya kesinambungan antar generasi serta belajar melestarikan hidup, mengamankan hidup dan menghindari pengrusakan hidup. Belajar berarti menghargai hidup kita.

Dalam agama sering kita dengar kalimat ” Belajarlah (tuntutlah ilmu) dari ayunan sampai liang lahat”.
Belajar merupakan tugas semua manusia, tua-muda, besar-kecil, kaya-miskin semua mempunyai tugas tersebut. Kita belajar mengetahui apapun yang ada di dunia ini untuk kemajuan individu atau universal. Belajar memberi, belajar menerima, belajar bersabar, belajar menghargai, belajar menghormati dan belajar semua hal.

Ø  Asas Pendidikan Seumur Hidup
       Asas pendidikan seumur hidup merumuskan bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinu yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia.                   
Dasar-Dasar Pendidikan Seumur Hidup:                                                                                           1. Menurut GBHN 1978 dinyatakan bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat sehingga pendidikan seumur hidup merupakan tanggung jawab keluarga, masyarakat dan  pemerintah..
2. 
Secara yuridis formal konsepsi pendidikan seumur hidup dituangkan dalam Tap MPR No. IV/MPR/1973 jo Tap MPR No. IV/MPR/1978 tentang GBHN, dengan prinsip-Prinsip pembangunan nasional :                                                                                                                      
     a. Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia   seutuhnya dan pembangunan seluruh rakyat Indonesia (arah  pembangunan jangka panjang).
     b. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.                                                                                                                                    
     c.   Konsepsi manusia Indonesia seutuhnya merupakan konsepsi dasar tujuan pendidikan nasional (UU Nomor 2 tahun 1989 Pasal 4) yakni pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Ø  Pendidikan Seumur Hidup Dalam Berbagai Perspektif
       Dasar-dasar pemikiran life long  education:                                                                                 1. Tinjauan ideologis
      Setiap manusia hidup mempunyai hak asasi yang sama dalam hal pengembangan diri, untuk  mendapatkan pendidikan seumur hidup untuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan hidup.
2. Tinjauan ekonomis
     Pendidikan seumur hidup dalam tinjauan ekonomi memungkinkan seseorang untuk :
a. Meningkatkan produktivitasnya
b. Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber yang dimilikinya
c. Memungkinkan hidup dalam lingkunganyang sehat dan menyenangkan
3. Tinjauan sosiologis
    Pendidikan seumur hidup yang dilakukan oleh orangtua merupakan solusi untuk memecahkan masalah pendidikan. Dengan orang tua bersekolah maka anak-anak mereka juga bersekolah.
4. Tinjauan Filosofis
     Pendidikan seumur hidup secara filosofi akan memberikan dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
5. Tinjauan Teknologis
    Semakin maju jaman semakin berkembang pula ilmu pengetahuan dan teknologinya. Dengan teknologi maka pendidikan seumur hidup akan semakin mudah. Begitu pula sebaliknya.
6 . Tinjauan Psikologis dan Paedagogis
    Pendidikan pada dasarnya dipandang sebagai pelayanan untuk membantu pengembangan     personal sepanjang hidup yang disebut development. Konseptualisasi pendidikan seumur hidup merupakan alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup agar lebih bernilai bagi masyarakat.

Mengapa PSH diperlukan??????

Alasan keadilan
Terselenggaranya PSH secara meluas di kalangan masyarakat dapat menciptakan iklim lingkungan yang memungkingkan terwujudnya keadilan sosial. Masyarakat luas dengan berbagai stratanya merasakan adanya persamaan kesempatan memperoleh pendidikan. Selanjutnya berarti pula paersamaan sosial,ekonomi dan politik. Hinsen menunjukkan konteks yang lebih luas yaitu dengan terselenggaranya PSH yang lebih baik akan membuka peluang bagi perkembangan nasional untuk mencapai tingkat persamaan internasional (cropley:33). Dalam hubungan ini Bowle mengemukakan statemen bahwa PSH  pada prinsipnya dapat mengeliminasi peranan sekolah sebagai alat untuk melestarikan ketidakadilan sosial (cropley:33).

Alasan ekonomi
Persoalan PSH dikaitkan dengan biaya penyelenggaraan pendidikan,produktivitas kerja, dan peningkatan GNP. Di negara sedang berkembang biaya untuk perluasan pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan pendidikan hampir-hampir tak tertanggulangi. Di satu sisi tantangan untuk mengejar keterlambatan pembangunan dirasakan, sedangkan di sisi lain keterbatasan biaya dirasakan menjadi penghambat. Tidak terkecuali di negara yang sudah maju teknologinya yaitu dengan munculnya kebutuhan untuk memacu kualitas pendidikan dan jenis-jenis pendidikan.

Alasan perkembangan IPTEK
Bahwa sudah dijelaskan bahwa betapa luasnya pengaruh perkembangan Iptek dalam semua sektor pembangunan. Meskipun diakui bahwa pengaruh tersebut di dalam dunia pendidikan belum sejauh yang terjadi pada dunia pertanian, industri,transportasi dan komunikasi, namun intervensinya di dalam dunia pendidikan telah menggejala dalam banyak hal.

Alasan sifat pekerjaan
Kenyataan menunjukkan bahwa perkembangan Iptek di satu sisi dalam skala besar menyita pekerjaan angan diganti dengan mesin,tetapi tak dapat dipungkiri di sisi lain juga memberikan andil kepada munculnya pekerjaan – pekerjaan baru yang menyerap tenaga kerja dan munculnya cara-cara baru untuk memproses pekerjaan. Akibatnya pekerjaan menuntut persyaratan kerja yang selalu saja berubah. Untuk dapat tetap menangani pekerjaan yang menuntut persyaratan – persyaratan baru seseorang harus berkemauan untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan secara terus menerus.

B. Karakteristik Dan Faktor Yang Mempengaruhi PSH
1. Hidup seumur hidup seumur hidup dan pendidikan merupakan tiga istilah pokok yang menentukan lengkap-lengkap dan makna pendidikan seumur hidup.
2. Pendidikan tidaklah selesai setelah berakhirnya masa sekolah, tetapi merupakan sebuah proses yang berlangsung sepanjang hidup.
3. Pendidikan seumur hidup tidak berarti sebagai pendidikan orang dewasa tetapi pendidikan seumur hidup mencakup dan memadukan seumur hidup tahap pendidikan.
4. Pendidikan seumur hidup mencakup pola-pola formal baik kegiatan-kegiatan belajar insidentil.
5. Rumah memainkan peranan pertama peran yang paling halus dan sangat penting mengikuti proses belajar seumur hidup.
6. Masyarakat juga memainkan suatu yang penting dalam sistem pendidikan seumur hidup.
7. Lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah, universitas dan pusat latihan tentu mempunyai peranan penting tetapi semuanya itu hanya sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan seumur hidup.
8. Pendidikan seumur hidup menghendaki keberlanjutan, kebersambungannya di rensi – dirensi vertikal atau longdinal dari pendidikan.
9. Pendidikan seumur hidup juga menghendaki keterpaduan dirensi-dirensi horizontal dan kedalam dari pendidikan pada setiap tahap hidup.
10. Bertentangan dengan lembaga/ bentuk pendidikan yang bersifat elestis pendidikan seumur hidup bersifat universal.
11. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah pendekatan yang dinamis tentang pendidikan yang membuktikan penyesuaian bahan-bahan dan media belajar karena dan apabila perkembangan-perkembangan baru terjadi.
12. Pendidikan seumur hidup membolehkan adanya pola-pola dan bentuk-bentuk artenatif dalam memperoleh pendidikan.
13. Pendidikan seumur hidup mempunyai dua macam komponen besar yaitu pendidikan umum dan pendidikan profesional.
14. Pendidikan seumur hidup mengandung fungsi-fungsi adaptif dan inovatif dari individu dan masyarakat yang ada.
15. Tujuan akhir Pendidikan seumur hidup adalah mempertahankan dan meningkatkan mutu hidup.
16. Data 3 persyaratan utama bagi Pendidikan seumur hidup yaitu kesepakatan motivasi dan edukabilitas (nilai/ mutu)
17. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah prinsip perngorganisasian seumur hidup.
18. Pada tingkat operasional Pendidikan seumur hidup membentuk sebuah sistem kebutuhan dari semua pendidikan.

2. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan Seumur Hidup
1. Keterbatasan Kemampuan Pendidikan Sekolah                                                             
     Pendidikan sekolah ternyata tidak memenuhi harapan masyarakat terlihat antara lain: 
     a. Banyak lulusan yang tidak diserap dalam dunia kerja yang antara lain karena mutunya rendah.                                                                                                                      
 b. Daya serap rata-rata lulusan sekolah yang masih rendah karena pelajar tidak dapat belajar optimal.
2. Perubahan masyarakat dari peranan sosial globalisasi pembangunan mengakibatkan perubahan yang cepat dalam masyarakat , dan demikian pula perubahan-perubahan agar selalu dapat mengikuti perubahan-perubahan sosial sepanjang hari.
3. Pendayaan sumber yang masih belum optimal                                                                     
      Salah satu masalah pendidikan dewasa ini adalah kelengkapan sumber yang mendukung pelaksanaan.     
       Hal yang perlu dilakukan :
a. Penghematan dan optimalisasi dalam penggunaan sumber yang telah tersedia bagi pendidikan
b. Perlu digali sumber-sumber baru yang masih terpendam dalam masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk merencanakan dan peningkatan proses pendidikan
4. Perkembangan pendidikan luar sekolah yang pesat di zaman moderen, pendidikan luar sekolah berkembang pesat karena memberikan manfaat kepada masyarakat.

C. Kerangka Kerja Teoristis PSH
1. Secara teoritis PSH  terjadi 3 aspek yaitu hidup, seumur hidup, pendidikan
2. Hidup ada 3 komponen yang berhubungan yaitu individu sebagai anggota masyarakat dengan mempunyai karakteristik tertentu. Masyarkat yang merupakan lingkungan hidup sosial yang bentuknya dapat kelompok, psikologis dan organisasi sosial. Lingkungna fisik atau lingkungan alam, tempat hidup manusia sebagai individu dan anggota masyarakat
3. Seumur hidup setiap individu manusia mengalami perkembangan kepribadian, tahap-tahap perkembangan peranan-peranan umum dan unik
4. Pendidikan mencapai dan perubahan tingkah laku setiap individu melalui hidup. Mencakup 3 komponen yaitu :
§  Landasan pendidikan
§  Cara komunikasi
§  Isi pendidikan, bahan yang diajarkan dalam pendidikan dapat berupa :
ü Stok budaya yang berupa ilmu seni dan
ü  Cita-cita manusia                                                                                                                                                                                                   
Adapun Strategi dalam  Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan seumur hidup yang merupakan asas pendidikan dewasa ini, terus diamati baik dinegara maju ataupun Negara-negara berkembang. Adapun strategi dalam rangka pendidikan seumur hidup sebagaimana diinventarisasi prof. Soelaiman Joesoef meliputi hal-hal sebagai berikut :


1.        Konsep-konsep kunci pendidikan seumur hidup
a. Konsep pendidikan seumur hidup sendiri
Sebagai suatu konsep pendidikan seumur hidup diartikan sebagai tujuan atau ide informasi untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan.
b. Konsep belajar seumur hidup
Istilah belajar ini merupakan kegiatan yang dikelola walaupun tanpa organisasi lah dan kegiatan ini justru mengarah pada penyelenggaraan asas pendidikan seumur hidup
c. Kurikulum yang membantu pendidikan seumur hidup
Kurikulum didesain atas dasar prinsip pendidikan seumur hidup betul-betul telah menghasilkan pelajar seumur hidup yang secara berurutan melaksanakan belajar seumur  hidup                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     
2.      Arah pendidikan seumur hidup
a.    Pendidikan seumur hidup kepada orang dewasa
Sebagai generasi penerus para pemuda ataupun dewasa membutuhkan pendidikan seumur hidup ini dalam rangka pemenuhan “Staf Interes” yang merupakan tuntutan hidup mereka sepanjang  masa
b.     Pendidikan seumur hidup bagi anak
Pendidikan seumur hidup bagi anak merupakan sisi lain yang perlu memperoleh perhatian dan pemenuhan karena anak akan menjadi “Tempat Awal” bagi orang dewasa nantinya dengan segala kelebihan dan kekurangan. Pendidikan seumur hidup merupakan salah satu prinsip pendidikan Islam. Menuntut ilmu hukumnya Fardlu ‘Ain, yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim selama hidupnya pendidikan Islam bisa dilaksanakan dimana saja, tidak hanya ruang kelas saja tapi dialam terbuka juga bisa .        

1. Sebuah sistem PSH komponen Sistem PSH
a. Tujuan sistem PSH
b. Asumsi sistem PSH
c. Prinsip sistem pengembangan sistem PSH : bentuk belajar
d. Pendidikan umum yang berupa format maupun informal
e. Pendidikan profesional
2. Sistem belajar dirumah, sekolah dan masyarakat, sistem belajar mencangkup dua komponen yaitu :
Perencanaan : Pemasukkan tenaga bahan
Keuangan : Sistem evaluasi
Administrasi : Reset
Tekonologi pendidikan
1. Tujuan pengajaran dan penilaian kurikulum
2. Perencanaan, pelaksanaan dan penilaian
3. Kurikulum
Strategi dan proses belajar
o   Belajar, Belajar Bersama, dan Belajar Sendiri

4. Media dan bahan ajar
5. Bimbingan
6. Evaluasi belajar
o Evaluasi eksternal dan Evaluasi Sendiri

E. Implikasi Konsep PSH  Bagi Pendidikan Sekolah, fungsi dan tujuan sendiri
Dengan diterimanya konsep PSH  sebagai konsep dasar pendidikan maka berarti sifat kodrati pendidikan yaitu upaya untuk memeperoleh bekal untuk mengatasi hidup sepanjang hidup lebih menembus dan menjiwai penyelenggaraan semua sistem pendidikan yang ada, yang sudah melembaga maupum belum. Pendidikan berlangsung dari bayi atau balita sampai dengan pendidikan diri sendiri pada manula. Seperti yang telah dijelaskan terdapat ciri-ciri khas PSH,yang diharapkan menjiwai pendidikan masa kini dan pada masa mendatang.
Ciri-cir yang dimaksud adalah:
a)      PSH menghilangkan tembok pemisah antara sekolah dengan lingkungan kehidupan nyata di luar sekolah.
b)      PSH menempatkan kegiatan belajar sebagai integral dari proses hidup yang berkesinambungan,sedangkan bersekolah hanya merupakan sebagian dari keseluruhan proses belajar yang dialami oleh seseorang selama hidupnya. Porsi belajar di sekolah jauh lebih kecil dibanding dengan porsi keseluruhan proses belajar sepanjang hidup   1 : 4
c)      PSH lebih mengutamakan pembekalan sikapdan metode dari pada isi pendidikan. PSH  yakin bahwa isi pendidikan senantiasa akan berubah. Pendidikan yang mengutamakan pemberian bekal isi sifatnya statis dan akan dilanda keusangan. Yang lebih pokok bukan masalah apa yang harus dipecahkan melainkan bekal dasar apa dan cara pemecahan yang bagaimana harus tetap disiapkan.
d)     PSH menempatkan peserta didik sebagai individu yang menjadi pelaku utama di dalam proses pendidikan , yang mengarah kepada pendidikan diri sendiri,autodidak yang tidak kreatif,teku, bebas dan bertanggung jawab,tabah dan tahan bantingan,da yang sejalan dengan penciptaan masyarakat gemar belajar.

Di samping ciri – ciri tersebut yang menjadi alasan mengapa PSH perludigalakkan adalah juga:
a)      Pada hakikatnya belajar berlangsung seumur hidup
b)      Sekolah btradisional tidak dapat memberikan bekal kerja yang coraknya semakin tidak menentu dan cepat berubah.
c)      Pendidikan masa balita punyabperanan penting sebagai fondasi pembentukan kepribadian dan bagi aktualisasi diri. Sekolah tidak dapat mengisi pendidikan dinmasa balita ini.
d)     Sekolahtradisional mengganggu pemerataan keadilan untuk memperoleh kesempatan berpendidikan.
e)      Biaya penyelenggaraan sekolah tradisional sangat mahal.
Sebagai kesimpulan dapat dikemukakan bahwa:
Menurunnya posisi penting keluarga sebagai lembaga pendidikan, pergeseran peran remaja, dan orang dewasa hubungan sosialnpekerja dengan pemimpin, mneingkatnya emansipasi wanita dan berubahnya konsepsi pria sebagai pencari nafkah, semuanya membawa implikasi pada keharusan akan perlunya penyesuaian diri pada kedua belah pihak dalam menghadapi kemajuan. Untuk itu perlu adanya model baru pelayanan yang dapat membekali semua pihak untuk terus menerus menggalang diri guna mengatasi tantangan zaman. Model pelayanan yang dimaksud adalah pendiidikan seumur hidup. 
ü  Pendidikan sekolah ialah salah satu tangga dari kesleuruhan proses pendidikan yang berlangsung
ü  Pendidikan sekolah adalah pendidikan untuk mengembangkan semua aspek kepribadian, baik kognetif, efektif maupun keterapan
ü  Tujuan pendidikan sekolah tidak hanya, menguasai pelajaran, tetapi dapat menggunakan apa yang telah dipelajari, pendidikan sekolah hendaknya bertujuan agar siswanya :
·     Menyadari perlunya belajar seumur hidup dalam usaha mempertahankan dan   meningkatkan kualitas-kualitas hidup dalam masyarakat
·       Meningkatkan kemampuan belajar atau educability
·       Memadukan pegalaman belajar disekolah, dengan pengalama diluar sekolah

Program pendidikan sekolah :
1. Kegiatan pendidikan hendaknya terdiri atas kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler
2. Kegiatan sekolah hendaknya campur antra studi dan belajar
3. Kegiatan sekolah hendaknya malam tertuju dan mengutamakan kegiatan belajar sendiri dan membina diri sendiri
4. Proses pendidikan atau kegiatan belajar mengajar hendaknya tidak hanya melalui satu jalur pengalaman belajar. Hal ini dapat dicapai dengan jalan
Ø  Menggunakan berbagai sumber belajar
Ø  Learning resaosces
Ø  Guru memposisikan diri sebagai contoh (fisik sifat dan motivasi) menggunakan berbagai alat bantu mengajar learning aids

sumber: makalah tugas PSH

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda